Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Waktu dan Paradoks

Posted by JSFWG Oleh: Ronald C. Lasky (Sumber: Special Edition Scientific American – A Matter of Time , 2006, hal. 21-23) Waktu tak boleh dianggap praeksis dalam pengertian apa pun; ia adalah kuantitas yang dibuat. (Hermann Bondi) Sebagaimana bunyi pepatah, “Waktu adalah relatif”, mungkin tidak setenar “Waktu adalah uang”. Tapi gagasan bahwa waktu mencepat atau melambat tergantung pada seberapa cepat suatu objek bergerak relatif terhadap objek lain sudah pasti tergolong sebagai salah satu pengetahuan Albert Einstein  yang paling terinspirasi [oleh pepatah tersebut].Istilah “dilasi waktu” dibuat untuk menggambarkan pelambatan waktu akibat gerakan. Dan untuk mengilustrasikan efek dilasi waktu, dia mengajukan sebuah contoh—paradoks kembar—yang jelas merupakan eksperimen pikiran paling terkenal dalam teori relativitas. Dalam paradoks ini, salah seorang dari dua saudara kembar bergerak mendekati kecepatan cahaya menuju sebuah bintang jauh dan kemudian pulang ke Bumi. Relativitas mend

Potret Pendidikan Kita

Jika kau lihat tali yang tergantung diatas sungai sana Jangan kau putuskan dengan pisaumu Jika kau lihat gubuk yang disesaki anak anak kumal berseragam Mendekatlah, barangkali mereka bersenandung duka Kenyataan di dunia menjadi abu abu Diseberang anak anak taruhkan nyawa untuk ilmu Sedang yang lain sibuk mengatur sistem Lalu akhirnya, Mengganti ganti sistem dengan yang lebih bodoh Didalam kotak persegi yang dibatasi kaca, Kau hanya bisa melihat penguasa tersenyum manis, Berbicara dengan pongah mengenai pendidikan gratis Sepertinya ia lupa, Kantong usang bapak bapak tua Habis untuk membayar iuran sekolah anaknya Engkau teruslah membuka mata, Hingga engkau benar benar melihat wajah pendidikan kita Pendidikan yang berkasta, Pendidikan atas dasar kepatuhan Pendidikan yang kejujurannya telah dilumat habis Engkau janganlah menangis, Apalagi mengamuk seperti orang orang mabuk diluar sana Potret pendidikan kita memang demikian Miris dan dramat

Teori String

    Kuantum relativistik bidang teori telah bekerja sangat baik untuk menggambarkan perilaku yang diamati dan sifat partikel dasar. Tetapi teori itu sendiri hanya bekerja dengan baik ketika gravitasi sangat lemah sehingga dapat diabaikan. Teori partikel hanya bekerja ketika kita berpura-pura tidak ada gravitasi.      Relativitas umum telah menghasilkan kekayaan wawasan ke dalam alam semesta, orbit planet, evolusi bintang dan galaksi, Big Bang dan lubang hitam baru-baru ini diamati dan lensa gravitasi. Namun, teori itu sendiri hanya bekerja ketika kita berpura-pura bahwa alam semesta adalah murni klasik dan mekanika kuantum tidak diperlukan dalam deskripsi kami Alam.       Teori String dipercaya untuk menutup kesenjangan ini. Awalnya, teori string diusulkan sebagai penjelasan untuk hubungan yang diamati antara massa dan berputar untuk partikel tertentu ya

Kubang di Jantung Fisika

Posted by JSFWG Oleh: George Musser (Sumber: Special Edition Scientific American – A Matter of Time , 2006, hal. 12-13) Fisikawan kelihatannya tak mampu memahami waktu—sungguh. Dapatkah filsuf menolong? Bagi kebanyakan orang, misteri besar waktu adalah bahwa rasanya kita tak pernah mempunyai cukup waktu. Jika ini adalah suatu hiburan, fisikawan menghadapi persoalan yang sama. Hukum fisika memuat variabel waktu, tapi ia gagal menangkap aspek kunci waktu yang kita jalani—khususnya, perbedaan antara masa lalu dan masa depan. Dan selagi periset mencoba merumuskan hukum yang lebih fundamental, si t kecil menguap sama sekali. Terjebak situasi sulit, banyak fisikawan mencari pertolongan dari sumber yang tak familiar: filsuf. ” /> Dari filsuf? Bagi kebanyakan fisikawan, itu terdengar agak aneh. Jalinan terdekat beberapa [ilmuwan] dengan filsafat adalah saat percakapan larut malam soal bir hitam. Bahkan mereka yang telah membaca filsafat secara serius pada umumnya menyangsikan ke

Potret Pendidikan Kita

Jika kau lihat tali yang tergantung diatas sungai sana Jangan kau putuskan dengan pisaumu Jika kau lihat gubuk yang disesaki anak anak kumal berseragam Mendekatlah, barangkali mereka bersenandung duka Kenyataan di dunia menjadi abu abu Diseberang anak anak taruhkan nyawa untuk ilmu Sedang yang lain sibuk mengatur sistem  Lalu akhirnya, Mengganti ganti sistem dengan yang lebih bodoh Didalam kotak persegi yang dibatasi kaca, Kau hanya bisa melihat penguasa tersenyum manis, Berbicara dengan pongah mengenai pendidikan gratis Sepertinya ia lupa, Kantong usang bapak bapak tua  Habis untuk membayar iuran sekolah anaknya Engkau teruslah membuka mata, Hingga engkau benar benar melihat wajah pendidikan kita Pendidikan yang berkasta, Pendidikan atas dasar kepatuhan Pendidikan yang kejujurannya telah dilumat habis Engkau janganlah menangis, Apalagi mengamuk seperti orang orang mabuk diluar sana Potret pendidikan kita memang demikian Miris dan dramat